Selasa, 03 Desember 2013

keindahan punjak ijen




Pesona Blue Fire di Kawah Ijen


Kawah Ijen adalah danau air asam yang terbentuk akibat letusan Gunung Ijen berkali-kali. Keasaman kawah ini hampir mendekati angka nol, sehingga bisa melaturkan pakaian bahkan kulit. Kawah Ijen terletak di atas Gunung Ijen, dengan ketinggian 2.368 meter di atas permukaan air laut (mdpl) bukan hal mudah mendaki gunung ini. Struktur tanahnya berpasir dan berbatu krikil kecil yang menjadikan pendakian semakin licin.

Dari Paltuding menyusuri jalan setapak jalur pendakian. Udara dingin mulai terasa di kulit, mendaki di pagi buta dengan suasana yang masih gelap tentunya yang tak boleh lupa adalah membawa lampu senter. Tak ada pemandangan yang dapat dinikmati selain kerlap-kerlip bintang bertaburan di langit. Jarak dari Paltuding ke Kawah Ijen sekitar 3 km yang dapat ditempuh selama 2 jam dengan berjalan santai. 100 meter di awal jalanan datar dan landai, selanjutnya jalanan mulai menanjak dengan kemiringan bervariasi antara 25 – 35 derajat. Sulit menyamakan ritme jika perjalanan ditempuh banyak orang dengan kondisi fisik dan stamina yang berbeda, sebagian anggota mungkin akhirnya tertinggal jauh di belakang.

Sepanjang jalan tersedia pos-pos istirahat untuk sekedar duduk sambil mengatur nafas dan menunggu teman yang tertinggal. Setelah sampai di puncak Gunung Ijen, bisa disaksikan fenomena Blue Fire sebelum matahari terbit. Konon fenomena Blue Fire ini hanya ada 2 di dunia, satu lagi berada di  Islandia.

Blue Fire adalah api berwarna biru yang muncul di sela-sela bebatuan di lokasi penambang belerang di bibir Kawah Ijen. Warna birunya semakin mempercantik Kawah Ijen dalam kegelapan. Untuk menyaksikan Blue Fire kita bisa turun menyusuri tebing kaldera berjalan di bebatuan di jalur penambang belerang. Berhati-hatilah karna jalannya terjal, belum lagi asap belerang tertiup angin mengarah ke arah kita. Asapnya sangat perih di mata. Jangan lupa memakai masker atau kain basah penutup hidung dan mulut seperti yang dilakukan oleh penambang belerang.

Selesai menyaksikan fenomena Blue Fire berjalanlah ke arah Timur, di balik lereng Gunung Merapi Jawa Timur muncul matahari terbit yang sangat indah menyinari puncak Gunung Ijen dan sekitarnya. Subhanallah sungguh indah lukisan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, decak kagum begitu melihat Kawah Ijen terlihat sangat cantik berwarna hijau toska. Dikelilingi dinding kaldera berwarna coklat dan abu-abu membingkai indah Kawah Ijen. Sisa erupsi kegunungapian Ijen menjadikan dinding kaldera seperti pahatan batu yang terlihat indah dari kejauhan. Di bawah Kawah Ijen terlihat kepulan asap putih dengan  belerang berwarna kuning.

Berada di atas puncak dengan panorama yang sangat indah, rasa letih setelah menempuh perjalanan jauh sirna berganti kekaguman. Berjalan menyusuri tebing di atas Kawah Ijen ada banyak pemandangan menarik yang terlihat. Gunung Merapi terlihat sangat dekat dan jelas dengan kabut tipis yang masih menyelimutinya. Gunung Raung terlihat sangat jauh, kepulan asap di puncaknya seakan mengisyaratkan bahwa ia adalah gunung api aktif, sedangkan Gunung Meranti terlihat berdiri kokoh besar.

Selain itu kita juga bisa menyaksikan  aktivitas penambang belerang tradisional. Kawah Ijen adalah pemasok belerang (sulfur) utama di Indonesia. Ada sekitar 250 penambang belerang bekerja di sini. Mereka bekerja mulai pukul 01.00 WIB berjalan dari Paltuding memikul keranjang bambu kosong  naik ke Gunung ijen dan menuruni tebing menuju Kawah Ijen. Di pinggir Kawah Ijen itulah belerang berwarna kuning mereka gali dengan peralatan yang masih sangat manual, mereka angkut lagi ke atas dengan medan yang cukup terjal berbatu. Dalam sehari mereka bisa bolak-balik 1-2 kali mengangkut belerang dengan beban kurang lebih 80 Kg. Untuk memudahkan mereka bekerja secara estafet, belerang yang sudah mereka angkut ke atas mereka tinggalkan di jalan, kemudian mereka bisa turun lagi ke kawah untuk menambang. Sedangkan penambang lainnya mengambil dan mengangkutnya menuju Pos Timbang, di Pos Timbang inilah belerang-belerang tersebut ditimbang dan dijual ke Perusahaan. Setiap hari mereka harus bekerja dengan menghirup asap belerang yang mengandung racun, pekerjaan yang sangat beresiko demi bisa menghidupi keluarga.

Anda tertarik berwisata ke Kawah Ijen? Pagi hari adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Kawasan Wisata Kawah Ijen, selain matahari belum bersinar terik, asap belerang pun belum tercium menyengat. Atau anda tertarik tapi masih bingung untuk melakukan perjalanan ke Kawah Ijen? ARMIDA TOUR akan memberikan solusinya, dengan penawaran Paket Wisata Gunung Ijen yang menarik. Cukup dengan  IDR 350.000/orang, Anda sudah bisa menikmati keindahan kawah ijen dengan nyaman. 

Paket Wisata Gunung Ijen
Penjemputan dari bandara atau stasiun atau terminal banyuwangi menuju ke Banyuwangi kota untuk menikmati kuliner khas Banyuwangi (nasi tempong/rujak soto) dan berkeliling ke Pusat Batik Banyuwangi. Selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Pos Paltuding di kawasan wisata Gunung Ijen. Peserta akan mendapatkan bonus trip wisata ke Yellow Green Waterfall. 

Fasilitas
Paket 1 (ala Ransel) :
- Tour guide
- Transportasi wisata
- Tenda untuk bermalam (1 malam + sarana untuk membuat api unggun)
- Tiket masuk tempat wisata
- Biaya parkir
- Welcome snack
Paket 2 (ala Koper) :
- Tour guide 
- Transportasi wisata
- Penginapan di vila puncak Ijen (1 malam)
- Tiket masuk tempat wisata
- Biaya parkir
- Welcome snack

Harga paket
Paket 1 (ala ransel) : IDR 350.000/orang (minimal 4 orang)
Paket 2 (ala koper)  : IDR 500.000/orang (minimal 4 orang)

Contact Person 
Aris Dzulfikri Al Hadi 
hp     : 0821 3315 6599
email : arisdzulfikri@gmail.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar